WEIRD AL YANKOVIC - WHITE AND NERDY

Friday, December 3, 2010

Story :)

hey hoy hey hoy!
kalo dimanggil nyahut lah! (?)


ini ada sedikit (sebenarnya bnyak) cerita buatan eke :)
uda setahun yang lalu eke bikin, untuk lomba mengarang di sekolah eke, tapi sayangnya ga menang ,eke sedih banget :((
ish jijai deh bahasanya -,-


oh iya, dinikmati yaa kue eh cerita hasil buatan akku ^^




Tema : Obat-obatan terlarang
Judul : Nyawaku Melayang Karena Narkoba
Hari Senin, di SMp Taruna Bangsa, tepatnya di kelas VIII C, Ibu Marli, seorang guru Sosiologi menerangkan tentang “Narkoba” dengan seriusnya. . Semua murid memperhatikan Ibu Marli dengan serius. Suasana kelas sejuk dan sunyi, hanya terdengar kicauan burung dan penjelasan Ibu Marli. “Narkoba merupakan suatu obat yang terlarang. Bagi yang menggunakannya termasuk melakukan penyimpangan sosial. Andra ! “, tiba-tiba Ibu Marli menoleh ke arah Andra dan membentaknya.
“ Apa, Bu ? Apa gerangan memanggil saya, bu ? “, jawab Andra dengan santainya, sehingga terdengar suara kecil yang mengertawakannya. “ Andra, kamu napaen sama Darius ? Apa yang ada didalam laci mu itu ! “, bentak Bu Marli. “ Tidak ada apa-apa kok, Bu, hanya ada kertas.”, kata Andra sambil menunjukkan sebuah kertas putih yang telah digambari dengan berbagai bentuk grafiti.”Ndra, bego banget sih kamu, Bu Marli jadi tahu, kalau kami daritadi menggambar.!”, bisik Darius kepada Andra. “Ketahuan kalian tidak memperhatikan Ibu menerangkan, jangan ulangi lagi! Kalau tidak minggu depan jangan masuk lagi di pelajarn Ibu ! Kalian mengerti ?! “, kata Bu Marli, yang terkenal dengan sebutan Guru “Killer” di SMP Taruna Bangsa itu.”Iya, Bu”, jawab Andra dan Darius serentak.
“Kalian semua juga ! Materi ini akan Ibu masukkan ke ulangan kalian nanti, berikan semua perhatian kalian ke Ibu ! Materi ini tidak mudah, banyak masalah yang akan kalian pelajari di materi ini ! Ibu lanjutkan yang tadi, Narkoba sangat berbahaya terhadap tubuh kita. Kebanyakan yang menggunakan barang haram itu adalah orang yang lagi broken home dan penyakit mental. Narkoba itu harganya mencapai jutaan. Ada pertanyaan ?”, BU Marli menghentikan penjelasannya dan melihat muridnya satu per satu mengharapkan sebuah pertanyaan.
Tiba-tiba Sintia mengangkat tangannya. “Bu, mengapa orang yang broken home ingin menggunakan narkoba sebagai penyelesaiannya ? Bukankah mereka tahu kalau kelebihan menggunakan narkoba bisa mati ?”, tanya Sintia dengan penuh penasaran. “Bagus pertanyaan kamu, narkoba dapat mengkhayalkan para penggunanya , mereka dapat melupakan hal yang menyedihkan itu dengan secepatnya . Mereka seperti pergi ke surga ke tujuh , mungkin begitulah, Ibu kurang jelas juga.”
Lonceng pun berbunyi, saatnya pulang. Semua murid membereskan tasnya. Setelah memberi salam dan Ibu Marli telah beranjak pergi dari kelas, mereka pun segera berhamburan keluar.  Andra dan Darius pun pulang bersama. Rumah mereka berada dijalan yang sama. Mereka selalu melalui jalan pintas. Jalan pintas tersebut sempit dan sunyi. Jalan pintas ini hanya diketahui oleh mereka berdua. Sebelum pulang, Andra dan Darius pasti bermain di jalan ini.  Tidak disangka datang seorang tamu yang tidak diundang. Dia terlihat sangat menakutkan. Dia memakai jaket hitam , kacamata hitam, dan sedang merokok. Disampingnya terlihat tas hitam yang besar.
Andra melihat lelaki itu. Dilihatnya ciri-cirinya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Andra mengajak Darius agar melewati jalan lain. Tetapi Darius tidak mau. Akhirnya, mereka pun melewatinya. Tiba-tiba, lelaki itu memanggil mereka. Mereka terkejut mendengar suaranya yang sangat berat itu. Mereka pun melihat lelaki itu. Ganjilnya, lelaki itu tersenyum manis. Seperti ingin menawarkan sesuatu. Lelaki itu memperkenalkan dirinya, ternyata namanya Samson, atau lebi tepatnya dipanggil Bang Samson. “Adek-adek, kalian mau tidak, suatu barang yang bisa buat khayal, enak dan membuat masalah kalian hilang semua, sekali dicicipi BULb ! langsung ilang, mau tidak.??”, godanya.
Andra pun segera tahu “barang” yang mau ditawarin Bang Samson. Dia segera mengisyaratkan Darius untuk pulang. Andra menarik tangan Darius dan mengajaknya lari. Bang Samson yang segera tahu hal itu, dia segera meletakkan sebuah kertas kecil ke dalam tas Andra.
Andra dan Darius pun sudah jauh dari bang Samson. “Ndra, napa pake narik-narik segala, terus dibawa lari, kita mau kawin lari ya?”, gurau Darius. “ Gila ! Aku masih normal. Bg Samson itu mau tawarin kita narkoba mendingan kita lari dulu daripada mencicipi barang haram itu.”, jelas Andra sambil ngos-ngosan.” Benar juga ya.Oia. Kamu cepat pulang nanti papa kamu marah lagi”.
Mereka pun bergegas pulang. Andra telah tiba dirumahnya.Dia segera masuk ke kamarnya. Andra meletakkan tasnya, tiba-tiba ada satu kertas putih jatuh dari tas nya. Kemudian , diambil dan dibacanya, ternyata itu nomor hape B ang Samson. Dia pun membuangnya ke tong sampah. Andra mengintip di celah-celah pintunya. Dilihatnya Ibu dan Ayahnya saling tidak bertatap muka. Mereka sudah berbulan-bulan tidak saling berbicra. Sebenarnya, Andra merupakan salah satu anak yang mengalami broken home. Sebulan lagi orang tuanya akan bercerai.
Malamnya, orang tua Andra berkelahi lagi. Ibu melemparkan vas bunga ke arah Ayah. Ayah menghindar dan mendekati Ibu kemudian menamparnya sekuat tenaga. Ibu pun berlinang air mata. Tetapi Ibu tidak mau kalah, dia kemudian mengambil majalh-majalah kemudian dilemparkannya ke arah Ayah. Andra sering menyaksikan hal itu selama 3 bulan. Dia selalu manyaksikannya secara diam-diam dicelah-celah pintu kamarnya. Setiap hari keributan antara orang tuanya pasti berlangsung. Ayah ternyata ketahuan selingkuh oleh Ibu Andra. Andra pun mulai membenci Ayahnya.
“aaaaahh.!”
Tiba-tiba Andra mendengar suara jeritan. Andra segera mendekati Ibunya. Andra melihat Ibunya terlantar di sofa. Dia melihat Ayahnya memegang penggaris besi. Di tangan Ibu terdapat luka seperti baru saja di pukul dengan penggaris besi. Muka Andra merah. Darahnya sudah melonjak tinggi. Dia menampar ayahnya dengan keras. Ayah tidak terima, kemudian Ayah memukul dan mendorong Andra ke lantai. Tanpa sadar, dipipi Andra sudah dibasahi air mata. Dia pun keluar dari rumah. Dia berlari dan berlari, akhirnya sampai di sebuah pondok tempat bermain masa lalunya bersama Karen, adik perempuan tersayangnya. Setahun yang lalu, adiknya telah meninggal karena kecelakaan di jalan tol. Andra selalu curhat KAren. Setiap dimarahi Ayah, Karen pasti mengajak Andra ke pondok ini dan mnghiburnya.
Andra melihat sekeliling pondok itu. Ternyata tidak berubah. Hati Andra terasa perih, teringat masa lalunya bersama Karen. Air mata telah membasahi mata dan pipinya. Andra pengen semua ini tidak terjadi. Dia ingin Ayah dan Ibunya saling mencintai lagi seperti dulu, dia pengen Karen kembali ke sisinya lagi. “ Aaaaarrrrggghh.!”, Andra teriak dengan ketidak puasan. “ Mengapa semua ini harus terjadi padaku?! Apa salah ku?!”, kemudian Andra pun kembali menangis. 
“Bang Samson..benar Bang Samson.. aku harus mencari dia..di mana dia? Dimna?! Nomor hapenya di rumah.!”, Andra bergegas pulang ke rumah. Rumahnya sunyi senya[p. Sepertinya Ayah dan Ibunya telah tidur. Andra segera masuk ke kamar dan membongkar tong sampahnya. “ Ini dia.!”, katanya sambil memegang kertas kecil itu. Ditekannya nomor-nomor yang tertera itu di hapenya. “Halo.”, andra terkejut mendengar suara itu, dia ragu-ragu ingn membeli barang haram itu atau tidak,. Dengan godaan syaitan, akhirnya Andra pun membelinya. Andra janjian sama Bang Samson di jalan pintas itu. Andra memakai jaket dan masker. “ Mana barangnya, Bang ?”, tanya andra dengan nafsu. “ Ini, tpi uangnya dulu”, jawab bang Samson sambil memperlihatkan narkoba. Andra memasukkan tangannya ke kantong bajunya, dikeluarkan uang ratusan sebanyak 8 lembar. Bang Samson dengan sigat mengambil uang itu dan kabur. Narkobanya dilemparkan ke arah Andra. Di jalan ini juga dan di waktu ini juga, Andra segera mencicipi barang haram itu. Pertama-tama dia tertawa sendiri, kemudian marah, kemudian sedih. Dibukanya satu bungkus lagi. Satu bungkus demi satu bungkus, akhirnya barang haram itu habis dicicipinya. Tetapi, dia ingin lagi, andra sudah ketagihan.
Sebulan kemudian , orang tua Andra sudah cerai. Sekarang Andra tinggal bersama Ibunya. Sekarang Andra tambah kurus dan tidak bermaya. Ini dikarenakan efek samping narkoba itu. Ibunya sekarang sering pulang malam. Dibadannya pasti tercium bau arak yang kuat. Andra sudah beberapa kali menyuruh Ibu berhenti minum, tetapi tetap saja Ibu tidak mau. Andra sudah bingung mau bagaimana lagi. Dia selalu ingin memakai narkoba ketika Ibunya pulang dengan keadaan mabuk. Andra sering meminta duit dengan Ibunya lagi mabuk. Dia sudah malas mempedulikan Ibunya, yang dipikirkannya hanya narkoba, banyaknya narkoba, lebih banyak lagi narkoba !
“Ndra, kamu kok makin hari , makin kurus, kamu kurang tidur atau lagi sakit?”, tanya Darius ketika DArius bermain di rumah Andra. “ Darius , kamu itu teman baik aku, kamu jangan bilang ke siapa-siapa ya, aku sudah lima bulan memakai narkoba.”, jawab Andra tidak semangat.” Apa?! Kamu gila ya?! Andra, kamu pikir apa tidak sih, narkoba itu barang haram, melanggar agama dan kamu bisa mati?!”, marah Darius mendengar apa yang dibilang teman baiknya itu.” Kamu tidak ngerti, Dar, ortuaku sudah cerai, Karen sudah tidak ada, kamu tidak bakal ngerti perasaan aku!”, bentak andra.”Siap bilang aku tidak ngerti?! Aku ngerti kok, makanya aku tidak pernah meninggalkanmu ! kamu jawab pertanyaanku, sebelum persahabatan kita berakhir, kamu mau tidak berhenti memakai barang itu?”, mohon Darius . ‘ Maaf , dar, aku tidak bisa”, jawab andra , tidak berani menatap Darius. “ Kita bukan sahabat lagi !”, marah Darius, kemudian meninggalkan Andra sendirian di rumah. Kemarahan dan kesedihan Andra melonjak, dia sudah tidak tahan lagi, dia membuka sebuah kotak, lalu mengeluarkan beberapa bungkus narkoba.
Lima har telah berlalu, “ Andranya ke mana ya? Beberapa hari ini tidak kelihatan.”, kta Ibu Andra. “ Andra ! Andra ! mama masuk ya?”, tidak ada yan menjawab , kemudian Ibunya pun membuka pintu kamar Andra. Ibu Andra langsung pingsan ketika melihat anaknya. Dia melihat Andra terbaring di kasurnya, dengan kepala di lantai dan mulutnya keluar cairan putih. Ternyata Andra telah meninggal dunia sejak 5 hari yang lalu dikarenakan OD (overdosis).
Darius yang segera tahu hal itu. Segera ke rumah andra. Dia menangisi Andra, sahabat baiknya. Dia menyesal waktu itu dia meninggalkan Andra, bukan menyemangatinya. 2 hari kemudian, Andra dimakamkan. Semua anggota keluarga , guru dan temannya datang ke pemakamamnya. Ibunya menangisi nasib anaknya yang malang, sejak saat itu , ibu Andra tidak pernah pulang malam dan mabuk lagi. Ayahnya ternyata masih peduli sama Andra, Ayah dan Ibu Andra sekarang bertemanan , mereka berdua berjanji melupakan masa lalu mereka yang pahit itu.
 -THE END-


No comments:

Post a Comment